Aku hidup di pondok yang cukup besar dan pinjam meminjam itu biasa. Dalam istilah pondok, pinjam gak izin itu namanya 'ghosob' (yang anak pondok pasti ini istilah yang sudah mendarah daging).
Nah, yang mau aku bahas disina adalah pengghosoban gayung. Gayung itu penting banget, karena sistemnya disana itu ga ada gayung di kamar mandi, jadi tiap anak punya gaung sendiri-sendiri gitu, deh. Pasti mafhum kalo yang namanya panggilan alam itu ga kenal waktu, ga ngertiin apakah gayung kita lagi dighosob atau enggak. Iya kalo ada gayung lain yang bisa dighosob, nah kalu enggak? mengerikan -0-
Akhirnya aku memutuskan untuk menamai gayungku (maklum gayung baru) sebagaimana gayung milik teman-teman lain. Kali aja orang bakal segan kalu tahu gayung itu punyaku.
Kemudian aku mikir lagi. Iya kalau yang minjem segan. Tapi kok kayaknya malah kesenengen kalau tau gayung yang mau dia pake itu milik lina kece ~
?
Terusaku berpikir buat nulis 'haram ghosob', atau 'dont ghosob' atau 'ghosob pintu neraka' atau apalah tapi kok kayaknya itu udah mainsteram, udah biasa. Biasa dijadiin tulisan yang ngga penting, ngga dianggep dan biasanya masih sering dighosob. #ngenes
Jadinya aku nulis 'kalau ghosob, kembaliin. Yang punya nyari'
bagian 'yang punya nyari' aku tulis dobel tanpa sadar. Di sisi lain gayung aku kasih emoticon dancing yang : ~(^-^~) (~^-^)~ ~(^O^)~
Kemudian aku baca gayungku.
"Lina Juhaidah
Kalau ghosob kembaliin, yang punya nyari,
yang punya nyariin"
eh,
kok aneh ya?
Aku jadi ngerasa illfeel habis baca itu. Kok seakan-akan Lina Juhaidah itu tukang ghosob gayung, sih?
Iya nggak sih?
Aku gak tahu mau nulis apa jadi di depan namaku itu kutulisi kata 'milik'. Tapi menurutku masih terasa janggal dan aku memutuskan menulis kata 'teman"' di depan kata 'kalau ghosob'. Dan jujur saja aku jadi ngrasa kalo gayungku itu kelihatan alay.
Aku emang sering dibilang alay tapi aku nggak pernah mau
jadinya kayak gini, nih
milik Lina Juhaidah
teman", kalau ghosob kembaliin, yang punya nyari
yang punya nyariin
*sedang alay*
Temen di sebelahku secara blak-blakan bilang ke aku "Aku gak mau pake gayung ini, gak akan mau! Bahkan sekalipun gayung itu punyaku sendiri, aku gak akan pernah mau pake gayung itu,"
Aku makin, makin, makin, makin illfeel.
Aku baru nyadar kalau gayungku alay, dan aku ngrasa kalau itu adalah gayung teralay yang pernah ada. Tapi percaya ga percaya, masih ada yang ngghosob gayungku. Salah satunya, temen yang bilang dia gak akan pernah mau pake gayung alay.
Krapyak, 1 Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar