tiada usai sosokmu berkelebat
entah dalam bayang atau apa,
tapi bukan ilusi
ramuan rindu yang mendidih, membuncah,
memuaikan kandilnya,
hati
meluber melepuhkan, pasti
tak lama lagi.
dimana kenopnya?
ingin kumatikan saja apinya, biar melunak
biar selesai
aku tak ingin luka lagi
yang kemarin saja belum sembuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar