Hujan siang ini, dirimu
Menurunkan tetes-tetes memori, deras
tiupan perasaan yang kencang,
menebas hati tanpa ampun
Menggenangkan tanya,
"Apa kau juga mengetahuinya (hujan ini),
merasakannya?"
Sebaiknya kututup saja pintunya,
Kukunci jedelanya dan kutiraii
Masa lalu yang penuh debu itu
tak perlu dibasahi lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar