Selasa, 08 Agustus 2017

berita Indahnya Islam Nusantara

INDAHNYA ISLAM NUSANTARA

Pada acara haul KH. Asrori Ahmad ke-22 (16/05) di Tempuran, Magelang, KH Said Aqil Siradj tak henti-henti mengingatkan akan indahnya Islam Nusantara. Beliau menyebutkan beberapa nama ulama Indonesia beserta karyanya yang masih dikaji di berbagai penjuru dunia. Salah satu di antaranya adalah Syarah Alfiyah oleh Syekh Mahfudz Termas yang menjadi bacaan wajib di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Ulama Indonesia, jelas beliau, tidak kalah dengan ulama-ulama dari Mesir, Aljazair, Tunisia, dan lain-lain. Sudah selayaknya kita bangga akan bangsa kita. Islam di Nusantara berkembang oleh wali songo dan ulama-ulama yang membawa nilai luhur.

Dijajah 350 tahun oleh Belanda saja, tidak sedikitpun kyai dan pesantren terpengaruh oleh budaya Indonesia, melainkan membenci dan mengharamkan diri untuk mengikutinya. “Untuk apa itu? Ya demi mempertahankan budaya Indonesia!” tegas beliau.

Pada haul malam itu, dinyanyikan pula setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu Ya Lal Wathon. Sebuah syair yang berisi tentang nasionalisme muslim Indonesia. Pengasuh Pondok Kempek ini menjelaskan bahwa ada negara yang mementingkan rasa cinta negara saja, ada pula yang hanya mencintai agama. Namun, Indonesia adalah negara yang menggabungkan keduanya. Hanya Indonesia, ujar Rais Am PBNU ini, yang seperti ini. Dari redaksi Syekh Hasyim Asyari lah tercipta Hubbul Wathon minal Iman. Bahwa iman kita tidak lengkap tanpa memiliki rasa nasionalisme.

Lihat, betapa indahnya Islam yang kita jalani, Islam Nusantara.


Lina Juhaidah Ma'ruf
kelas XII MA Ali Maksum Krapyak

dimuat di NU Online dengan beberapa pengubahan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar