Sabtu, 25 Juni 2016

hai

hai.
sosokmu nampak dari kejauhan
gagah pongah di atas awan
orang biasa sepertiku,
sudah sepantasnya tak terlihat olehmu

karena aku masih di pojok terpencil bumi
sambil mengira-ira
cara untuk terbang

aku juga ingin suatu kapan nanti menyusulmu, kawan

tahun

setahun lalu, masih tersimpan dalam memoriku
setahun lalu, ada riak bahagia yang muncul bersama ingatan itu
setahun lalu,
ada apa setahun lalu?
entah
itu mungkin cuma sekadar ini dan itu yang sudah berlalu

tahun lalu, tahun ini, tahun besok, tahun kapan
semua berbeda, membawa ragam cerita yang tak sama
nikmati saja
belum tentu ada tahun berikutnya

Selasa, 14 Juni 2016

Takut



“Ibu, aku takut.”
“Takut akan apa, Anakku?”

Gadis itu menghela napas panjang, memandang ibunya, kemudian menjawab dengan suara bergetar,
“Aku takut menjadi seorang muslim, Bu”
Sebulir embun lalu mengalir di pipinya.

“Kenapa? Kau selalu nampak ceria setiap belajar mengaji dan mengenakan pakaian muslimahmu, bukankah begitu?”

Ia menyeka pipinya, lalu menjawab pertanyaan yang ibunya berikan.
“Tentu saja, Bu. Sebuah kebanggaan bagiku saat dapat memperdalam agamaku, saat aku dapat menjalankan apa yang diperintah Tuhanku.”

“Ibu besar di Negara yang mayoritas muslim, tidak sepertiku. Setelah merasakan menjadi satu-satunya orang berkulit hitam di sekolah, satu-satunya yang tidak ikut acara makan bersama saat bulan puasa, kini aku hamper tak pernah dipanggil dengan nama panggilanku.”

“Aku bukan orang jahat! Aku tak pernah mencoba menyakiti orang lain, aku selalu berusaha berbuat baik pada tetangga, teman, dan semua orang di sekitarku.”

“Aku senang menunjukkan identitasku sebagai muslimah, aku bahagia Ibu membuatkanku gamis yang cantik ini, tapi saat aku di luar rumah, bahkan orang-orang yang tak kukenal memandangku dengan tatapan tajam!”

“Baju indah ini disebut sebagai baju pembunuh, Bu. Aku tak pernah memegang senjata, tapi aku dipanggil teroris, Bu! Aku tak pernah membunuh orang!”

“Apa karena sebagian besar teroris itu mengaku muslim, maka sebagian besar muslim harus mengaku dirinya teroris?!”


“…Anak-anak muda di AS, kata dia, memang penuh dengan tekanan berat, luar dalam. Di rumah, mereka stress karena tekanan keluarga untuk bisa jadi muslim yang benar di tengah masyarakat liberal Amerika.

Di luar, mereka tertekan oleh penyudutan dirinya sebagai orang Islam. Ditambah soal kehidupan sehari-hari di pekerjaan atau di sekolah.”

-Jawa Pos, 14 Juni 2016.
Pembunuhan masal di kelab malam gay Pulso, Orlando, AS oleh Omar Mateen.


Surabaya, 14 Juni 2016

Rabu, 06 Januari 2016

notesfromme



coretan beberapa bulan  :3

FAKTA

Siapa? Dia?
Bagaimana bisa?
Dia?
Bohong!

Hm, bukan.
Aku yang selama ini bohong!

Krapyak, 20 juni 2015




RUMAH
Rumah sekecil apa pun, atau malah sebesar apa pun, pasti butuh penghuni. penghuni yang dapat tinggal, memberi kehangatan, mengisi, dan memfungsikan rumah itu sendiri. Rumah tanpa penghuni akan terasa pengap, kotor, tak terawat, dan sepi. Nanti yang akan datang malah makhluk-makhluk tak diundang, membuat si rumah makin seram.
Rumahku mungkin seperti itu. Bukan salah siapa-siapa kalau rumahku masih kosong, bahkan terkunci. Salahku yang tak pernah mau membukanya. Setidaknya, bukan sekarang. Tunggu saja nanti. Nanti, akan kubukakan pintu rumahku lebar-lebar untuk seseorang yang akan tinggal, yang tak akan pernah mencoba meninggalkan.
Krapyak, 20 juni 2015
POHON MANGGA
Pohon mangga di depan kamarku mulai berbuah. Masih kecil-kecil, pasti rasanya juga masih masam.
Pohin itu makin tinggi saja, makin gagah. Seakan ia merindu langit yang memberinya hangat dan hujan. Pohon mangga juga semakin rimbun, seakan iri pada langit dan berlomba menaungi berbagai makhluk di bawahnya. Serentak dedaun mangga bergerak ditiup angin, seperti menyapaku yang telah lama memandanginya, mengaguminya.

KOREK API

Saat kau punya lilin, obor, dan lampu teplok dalam kegelaan,
Mana yang akan kau nyalakan lebih dulu?

KOREK APIKU (i)

Aku benci
Pada sebatang korek api
Yang terus saja membara
Walau sudah susah payah aku meniupnya
Siang ini sudah terlalu panas
Ingin kubuang saja korek api itu.
Tapi korek itu sudah lama tak ada bersamaku
Bahkan sebelum ia membara,
Seseorang tanpa sengaja membawanya.

Kalau kau bertemu dengan pembawa korek apiku,
Tolong minta ia kembalikan
Biar nanti kumatikan.

                Krapyak, 011015

KOREK APIKU (ii)

Bagaimana kumatikan korek apiku,
Yang terbawa olehnya?
Sebelum terbakar habis korekku,
Aku ingin mengambilnya

Apinya masih membara!


PUISI I

Maafkan aku
Aku tak pandai cipta satu puisi pun
Selain rangkai kata rindu untukmu.
                Krapyak, 280915

PUISI II
Coba cari puisiku
Yang bukan tentang kamu,
Pasti akan susah ketemu
                Krapyak, 011015
BEDANYA
Orang banyak ejek aku,
Aku terima. Itu fakta.
Saat kau begitu,
Aku juga terima.
Kau marahi aku pun,
Aku tak apa
Kau jatuhkan aku,
Aku biasa.
Kau membisu di samping bangkuku,
aku bingung mau berbuat apa.
                Krapyak, 011015

TERNYATA
...
Saat menjauh, hati ini makin jatuh
Baru kusadar betapa aku sangat rapuh
Perih segalaku melihat kau dengannya
Ternyata denganmu, aku jatuh cinta.
                Krapyak, April 2015
Laut Tak Mengeluh
terik mentari dan angin menari
bersama laut yang bermelodi
lewat ombak menghentak
menghujam batu-batu retak
dan gundahku meluluh
laut di sini, tak pernah mengeluh

CANDU
Berpapasan denganmu meski sesaat
Serasa menyesap minuman lezat lamat-lamat
Melirikmu jarang-jarang
Serupa tetes hujan di gurun gersang
Dinanti, dipuja, dicinta, diminta

Duhai rindu,
Kucandumu dalam kubang sendu

LALALA
Everytime i try to escape
Then lately i see you there in my place

I hate you badly
You stand around me, but never look at me
Never say anything to me
Act like you have never met me

While i’m here
I’m going to be crazy
Because i know my heart exactly
Which is knocking, it’s missing you deeply

SHOLAT BERJAMA’AH
Di tengah maraknya teknologi yang ‘katanya’ mampu mempererat hubungan antarindividu, ternyata malah sebaliknya.
Coba kita lihat, adanya youtube membuat kita merasa malas membeli CD di toko. Adanya facebook membuat kita berinteraksi tanpa perlu bertemu. Adanya skype menghapus keharusan mengadakan ‘live interaction’.
Sholat berjamaah menjawab segala problem di atas. Mengadakan ‘live interaction’, mendapat pahala, mengurangi stress sambil olahraga ringan dengan berjalan kaki menuju masjid (berjalan kaki dapat meningkatkan hormon endorfin), serta tentunya melibatkan diri kita dalam komunitas pergaulan yang baik dan relijius.
BLUE
I’m missing those moments
Every single day we’ve spent
From the very first time we’ve met

Oops, I’m sorry
There’s no ‘we’ that stands for you and me.

FADE
Those things slowly fade
And I don’t even care
I never need it for sure
Never!
So,
Should i be glad, now?
Or,
Err, sad?

ANDAI
Andai aku sedikit lebih feminim,
Akankah kau sudi mengerling?
Andai aku operasi plastik,
Akankah aku terlihat cantik?
Andai aku dia,
Akankah kau lalu cinta?

SESAL
Aku sesalkan sifatku,
Yang tak pernah benar di matamu
Aku sesalkan pakaianku,
Yang tak pernah menarik perhatianmu
Aku sesalkan rinduku,
Yang tak pernah bosan tertuju padamu
Sesalkanlah aku,
Yang berani mencintaimu

SINGING MY BLUE
Langit senja,
Beri aku sedikit jingga
Demi mewarna sepotong hati yang lara

كفاني

لا أستطيع لأقول
ما أريد أن أقول
قد كفاني
أنظرك فقط
لا بأس إلي
لو تحزن قلبي
لو تبكي عيني
لو تفسد نفسي

إليك

سكتت لساني
زالت فكرتي
وزلزلت قلبي
كل وقت تحضر بجنيبي


من هي

لم تعرفك منذ أعرفك
لم تعرفك كما أعرفك
لم تحبك منذ أحبك
لم تحبك كما أحبك


 

Minggu, 05 Juli 2015

celah

riak air
debur ombak
buih putih

terik matahari, angin kencang
panas kering, hembus dingin
air datar, gulungan ombak
menjumpa bibir pantai, pecah, dan tenang kembali

awan tipis menggantung lazuardi biru
bulat surya mengawasi mereka dari jauh

secercah cahaya menerobos lubang jendela
menyilaukan hati yang dirundung duka
laut,
luka ini, bawa pergi saja~

Depok Beach, 230515

Untukmu II

aku hanya manusia biasa (yang mungkin diragukan kemanusiaannya)
bukan anak kyai, anak rektor, anak guru, apalagi anak dinosaurus
tidak cantik, tidak manis, tidak tinggi
tak jenius, tak rajin, tak pandai
bahkan mencuri sedikit perhatianmu pun ku tak mampu

Krapyak, 240515

Untukmu I



Padamu, kutemukan ruhku
Ruh merangkai deret-deret huruf , yang menggebu
Kepadamu, hari-hariku yang dulu kelabu
Kau ubah jadi merah, jingga, dan biru
Iya, biru
Kisah merahku lagi-lagi berujung biru
Bertemu tak berarti mampu bersatu~

Krapyak, 010615